tawa seruling safir mendayu diantara rintihan ranting ranting patah.
menyeruak dan teriak dalam gempita nuansa tanpa suara. melolong sayu
menekuri duri luka yang menancak pedih. ah, engkau terlalu berlebihan
Kumala. senja ini indah, sangat indah. lihatlah cakrawala jingga yang
melukiskan rona warna. lihatlah bias bias anggun berganti, menapaki lekuk lekuk ungu semburat. itu benar benar indah, mesti hanya sekejap.
Kumala tersenyum dalam kidung lembayung merekah. seruling safir
melengking terpesona dengan keteguhan senja. iapun bergeming, mengikuti
batas cakrawala yang tersenyum menyambut petang. merubah suasana kelam
temaram menjadi rekah bahagia sempurna. ranting ranting patah itupun
tersenyum tanpa luka.
ah, engkau Kumala.
magelang, 8 Maret 12
Saturday, 22 November 2014
Kumala
Related Posts
Load comments
Subscribe to:
Post Comments (Atom)