Pagi tadi, kisah ketika asa menemani langkah basah, mengaburkan bayang
morgana akan derau risalah. Tentang sepasang pipit yang mengais sisa
padi, berdua dalam lapar dan dahaga. Mereka terlihat tegar dalam
kepakan, bercericit riang bersahutan. Mereka hadir mensyukuri pagi yang
masih datang, menafkahi segelintir pinta mereka. Ah, betapa bahagianya
mereka dalam kesederhanaan. Betapa tegarnya mereka akan memaknai kehidupan. Sepasang pipit yang menjadi guruku di pagi ini.
Pikiran ini terbang untuk pulang dan hinggap pada sosok belahan
jiwaku. Seorang istri shalehah yang selalu ada untukku. Betapa
bersyukurnya hati ini memilikinya, harta yang paling berharga. Ada janji
yang terikat, bahwa aku akan selalu menjaganya dalam hidup hingga
matiku. Setia menemaninya dalam gelap, remang temaram dan terang
benderang.
Engkau tak akan pernah terganti untuk selamanya.
Kita selamanya.
Pipit jiwaku_
Putri An-Nissa Nailathul Izzah.
Saturday, 22 November 2014
Pesan Basah; Sepasang Pipit
Related Posts
Load comments
Subscribe to:
Post Comments (Atom)